Bermisi bersama Kongregasi SJMJ melalui Yayasan Joseph Yeemye di SMP Katolik Rajawali Makassar sejak Juli 2007 merupakan sebuah rahmat panggilan karya dan peziarahan yang membanggakan bagi diri saya secara pribadi bersama keluarga. Fondasi Pendidikan Kristiani yang kokoh dan konsisten dalam karya Konggregasi suster – suster JMJ melalui Yayasan Joseph Yeemye menjadi daya pikat awal untuk melangkah dan melayani sebagai tenaga pendidik, khususnya di unit SMP Katolik Rajawali Makassar.
Seiring bergulirnya waktu, misi ini tidak lagi sebatas tugas pekerjaan secara profesional, melainkan menjadi bagian dalam perutusan iman. Nilai dan filosofi pendidikan JMJ perlahan tapi pasti terinternalisasi ke dalam hati sanubari, bahkan meresap ke dalam ruang kehidupan keluarga yang kala itu memasuki usia pernikahan ke-2. Trilogi JMJ yakni: Kasih, Sukacita, dan Pelayanan serta sembilan nilai karakter JMJ yang juga menjadi Core Values; Tanggap, Kreatif, Tanggungjawab, Integritas, Adil, Ramah Tamah, Kasih Sayang, Rasa Hormat dan Disiplin menjadi pedoman dan kompas nyata dalam mendidik dua buah hati di rumah sekaligus membina para murid di sekolah.
Perjalanan karya dan perutusan sebagai pendidik pun terus berkembang. Sejak menjadi pegawai (pendidik) tetap pada tahun 2009, berbagai kepercayaan diembankan: mulai dari guru biasa, wakasek kesiswaan (2009 – 2010), wakasek kurikulum (2010 – 2024), Tim Pengembang Yayasan, Penyusun Buku Karakter JMJ, Penyusun buku Panduan Kepemimpinan Kepala Sekolah hingga diberi tugas dan amanah sebagai Kepala SMP Katolik Rajawali sejak tahun 2024. Berbagai tantangan yang menguji tidak menyurutkan langkah, melainkan memperdalam keheningan refleksi untuk terus melangkah dan berkarya tanpa henti.
Motto hidup pribadi yang dikutip dari Kitab Yeremia dalam salah satu ayat yang mengatakan: “Ah, Tuhan ALLAH! Sungguh aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda” (Yeremia 1:6). Ayat ini mengajarkan kerendahan hati untuk terus belajar. Misi yang diemban bukan hadir karena kehebatan diri, melainkan karena kekuatan Roh Kudus yang sungguh hadir melalui pendalaman, internalisasi dan pembentukan spiritualitas JMJ yang mematangkan pribadi saya dari waktu ke waktu.
Semangat misi ini menjadi penggerak untuk semakin terlibat, tidak hanya di lingkup Yayasan Joseph Yeemye namun aktif dalam pelayanan di gereja dan masyarakat secara global. Meneladani spirit Pater Mathias Wolff, SJ, pendiri Kongregasi SJMJ, setiap pribadi diundang untuk senantiasa peka, tanggap, dan berani mengobarkan api iman. Bermisi bersama SJMJ adalah panggilan untuk menjaga api panggilan agar tetap menyala dan memberi terang bagi sesama di sekolah, di dalam keluarga, dan di mana pun perutusan itu dihadirkan.
Oleh:
Adelbertus Sutrisno, M.Pd
Berbagai tantangan yang menguji tidak menyurutkan langkah, melainkan memperdalam keheningan refleksi untuk terus melangkah dan berkarya tanpa henti.
Bumi Rajawali, 29 Oktober 2026
