Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menata Sumber Daya, Menghidupkan Misi: Berjalan Bersama dalam Semangat Stewardship SJMJ

Animasi Spiritualitas Dewan Pimpinan Kongregasi dan Rapat Pembahasan serta Konsolidasi RKA Tahun 2027

Diterangi oleh Roh Kudus dan dijiwai semangat “Stewardship Bersama: Menata Sumber Daya untuk Keberlanjutan Misi SJMJ,” kami, para Suster Kongregasi Suster-Suster Jesus Maria Joseph, melaksanakan Rapat Pembahasan dan Konsolidasi Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2027 sebagai kesempatan untuk bersama-sama membaca kebutuhan zaman, menentukan prioritas, dan menata sumber daya demi keberlanjutan misi Kongregasi. Dalam semangat ini, stewardship dimaknai sebagai penatalayanan, yakni tanggung jawab untuk merawat, mengelola, dan mengembangkan sumber daya yang dipercayakan Tuhan, agar setiap anugerah yang diterima sungguh menjadi sarana untuk menghidupkan pelayanan dan menumbuhkan keberlanjutan misi Kongregasi.

Rapat yang berlangsung di Panti Samadi Tomohon, 24–30 September 2026, diawali dengan animasi oleh Sr. Theresia Supriyati, SJMJ, Pemimpin Kongregasi, bersama Dewan Pimpinan Kongregasi, Sr. Jeannette Runtu, Sr. Theresia Tulung, dan Sr. Anita Sampe, serta diperkaya dengan masukan dari narasumber awam profesional, Bapak Yanuar Nugroho, akademisi sekaligus praktisi. Kegiatan ini dihadiri oleh 38 (tiga puluh delapan) peserta, yang terdiri atas Ekonom Kongregasi beserta staf, Dewan Pimpinan Provinsi Jakarta, Makassar, dan Manado, para Ekonom Provinsi, serta para Pimpinan Karya Kerasulan kesehatan, pendidikan dan sosial.

Bertolak dari ajakan Gereja (bdk. dokumen Evangelii Gaudium, Dilexit Nos, dan Dilexi Te), yang menjadi dasar animasi Dewan Pimpinan Kongregasi  dan diperkaya dengan masukan profesional, kami diajak oleh Sr. Theresia Supriyati dan Bapak Yanuar Nugroho untuk kembali kepada pertanyaan-pertanyaan mendasar: untuk siapa kita hidup, untuk apa kita dipanggil, dan sejauh mana kerasulan yang dipercayakan kepada kita sungguh menghadirkan kehidupan, harapan, dan belas kasih bagi mereka yang kita layani.

Dalam terang refleksi tersebut, pertemuan ini menjadi ruang untuk saling berbagi, mendengarkan, dan memberikan masukan dengan hati yang terbuka. Kami diajak semakin peka membaca kebutuhan zaman dan kebutuhan kerasulan, serta memandang RKA bukan semata-mata sebagai perencanaan kegiatan dan pengelolaan sumber daya, melainkan sebagai wujud tanggung jawab terhadap misi yang dipercayakan Tuhan kepada Kongregasi. Dalam semangat stewardship, kami dipanggil bukan hanya untuk menjaga dan mempertahankan apa yang telah dipercayakan, tetapi juga untuk berani menumbuhkembangkan, memperbarui, dan menyiapkan apa yang dibutuhkan bagi masa depan. Dengan demikian, setiap sumber daya yang dipercayakan kepada kita dapat sungguh menjadi sarana untuk menghidupkan pelayanan dan menjamin keberlanjutan misi Kongregasi. Semua ini menuntut hati seorang religius yang peka, bertanggung jawab, berani berjuang, dan hadir sebagai perantara belas kasih Allah bagi sesama. (bdk. Konst. Art. 1-5, dan 41).

Rapat RKA 2027 bukan sekadar forum pembahasan program dan anggaran, melainkan ruang penegasan rohani  bersama (discernment) untuk kembali pada sumber panggilan dan membaca kebutuhan misi di tengah perubahan zaman. Dalam terang Evangelii Gaudium, Dilexit Nos, dan Dilexi Te, kami diajak untuk kembali kepada hati Kristus, keluar menjumpai realitas, berjalan bersama mereka yang kecil, lemah, miskin, dan tersisih, serta menghadirkan kasih Kristus melalui pelayanan yang nyata.

Kesadaran ini menuntun kami untuk memandang seluruh sumber daya: manusia, waktu, talenta, keuangan, aset, karya, dan jejaring, sebagai anugerah yang dipercayakan Tuhan untuk mendukung keberlangsungan misi. Karena itu, RKA 2027 tidak sekadar diarahkan untuk mempertahankan apa yang telah ada, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menata prioritas, memperkuat karya yang masih relevan, memperbarui hal-hal yang perlu dibenahi, dan membuka jalan baru sesuai dengan kebutuhan zaman.

Melalui refleksi, dialog, dan keputusan bersama, kami meneguhkan komitmen untuk mengelola setiap sumber daya secara bertanggung jawab agar semakin berdaya guna bagi pelayanan, pemulihan, dan keberpihakan kepada mereka yang paling membutuhkan. Semangat ini sejalan dengan refleksi dalam Dilexit Nos, bahwa kasih yang kita terima dipanggil untuk diwujudkan dalam tindakan nyata.

Pada akhirnya, keberhasilan RKA 2027 tidak hanya diukur dari terlaksananya program atau tercapainya target anggaran, tetapi terutama dari buah pelayanan yang dihasilkan bagi kehidupan dan martabat manusia. Dalam semangat stewardship bersama, kami dipanggil untuk merawat anugerah yang dipercayakan hari ini, menumbuhkan harapan bagi masa depan, dan memastikan bahwa misi SJMJ terus berbuah bagi Gereja dan dunia.

Leave a comment

Terima kasih telah mengunjungi !

ALAMAT

Jl. Trimargo Wetan No.1
Kelurahan Cokrodiningratan
Kecamatan Jetis,
Yogyakarta 55233
INDONESIA

KONTAK


scsjmj@gmail.com

+62-813-9310-0843

Kongregasi SJMJ © 2018. Semua Hak Dilindungi Undang-undang.

error: Content is protected !!