Harapan ibarat sebuah cahaya yang tetap bersinar sekalipun kecil, redup namun tidak padam. Harapan tidak selamanya akan menjadi kenyataan, namun harapan akan tetap hidup bagi mereka yang selalu mengandalkan Tuhan.
Ketika sebagian orang hidup dalam kekelaman tanpa pengharapan, dari kejauhan di sebuah desa yang kecil lahirlah seorang pembawa harapan bernama Luce. Ia adalah seorang gadis muda yang sedang dalam perjalanan mencari jati dirinya. Ia seorang pendoa dan sederhana, murah senyum, ramah dan energik. Kesehariannya sebagai pengrajin kerajinan tangan membuat Ia selalu berharap jika hasil kerajinannya bisa terjual untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Setiap hari, Ia harus berkeliling dari desa ke desa untuk menjual hasil kerajinannya. Ia semakin ditantang dengan keberadaan pengrajin lainnya yang juga menjual hasil kerajinan mereka sebagai mata pencaharian yang tak kalah menarik dari hasil karyanya. Sebagai orang muda, keberadaan ini tidak membuat Luce berkecil hati karena harus bersaing dengan pengrajin lainnya yang tentu sudah lebih berpengalaman dari dirinya, dan hasil mereka sudah lebih dikenal terlebih dahulu. Namun bagi Luce kesempatan ini adalah jalan harapan baginya untuk semakin mengembangkan diri.
Kreativitas dan ketekunannya semakin di uji, namun Luce tetap setia dan tidak menyerah. Luce selalu berusaha menciptakan keunikan-keunikan terbaru dari hasil buah karya tangannya sehingga hasilnya semakin memikat hati para pembeli. Kendati hasil keuntungan dari penjualannya tidak begitu besar, namun Luce tetap bersyukur karena setiap hari selalu ada harapan untuk bisa menciptakan dan menghasilkan sesuatu yang baru dari jari jemarinya. Segenggam harapan selalu terlahir dari tangannya yang terus bekerja keras dan menghasilkan buah.
Hai Orang Muda! Terinspirasi dari sepenggal kisah Luce ini, marilah kita membangun diri untuk tidak menjadi pribadi yang mudah menyerah. Kobarkanlah semangat muda dengan api yang bernyala-nyala, kembangkan kreativitas diri kita dan wartakanlah Injil dengan kesaksian hidup kita. Di tahun yang penuh rahmat ini, hendaknya kita boleh menjadi Luce yang sungguh-sungguh membawa harapan bagi siapa saja yang boleh kita jumpai. Jangan redupkan harapan kita dengan ketidakberdayaan. Ingat! Andalkan selalu Tuhan dalam hidup kita, karena harapan dalam hati kita hanya redup belum tentu padam.
Oleh:

Sr. Petra Gareso, SJMJ
Harapan lahir dari tangan yang tidak pernah lelah bekerja keras.
Filipina – 1 Juli 2025