Dalam Terang Tahun Harapan, bersama Keluarga Kudus Jesus Maria Joseph – Pelindung Kongregasi SJMJ
Selamat Natal dan Selamat Pesta Keluarga Kudus
Natal 2025 ini saya rayakan dalam suasana Tahun Harapan, sebuah tahun yang mengajak saya untuk menatap masa depan dengan keyakinan bahwa Allah selalu setia menyertai perjalanan umat-Nya. Dalam terang ini, tema “Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga” membawa saya kembali kepada Keluarga Kudus Yesus, Maria, dan Yoseph, yang menjadi pelindung Kongregasi kita dan tempat di mana harapan itu pertama-tama bertumbuh. Tahun Harapan mengingatkan saya bahwa Allah bukan hanya hadir dalam peristiwa besar, tetapi hadir di tengah keluarga sederhana di Nazaret dan mengubah kehidupan melalui kehadiran-Nya yang diam-diam namun nyata.
Konstitusi Kongregasi meneguhkan saya: Keluarga Nazaret merupakan tempat yang kudus. Di sanalah kesederhanaan, pelayanan, dan penyelamatan dimulai. Di tempat yang hening dan tersembunyi itu Yesus dipersiapkan untuk panggilan-Nya. Hari Raya Keluarga Kudus adalah hari khusus bagi kita untuk merenungkan kehidupan Nazaret, karena di sanalah karya-karya besar dimulai melalui cara-cara yang tidak kelihatan. (Konst. Art. 5) Ketika membaca bagian ini, saya merasakan bahwa Tahun Harapan benar-benar menemukan maknanya di Nazaret sebuah tempat kecil yang penuh dengan proses panjang dan kesetiaan, tempat Allah menyalakan harapan melalui tiga pribadi yang hidup dalam ketaatan dan kesediaan total.
Di Tahun Harapan ini, saya melihat kembali perjalanan Keluarga Kudus sebagai perjalanan harapan yang hidup. Maria mengajarkan saya harapan yang lahir dari keberanian menerima kehendak Allah, meski tidak memahami jalan-Nya. Yoseph memperlihatkan harapan yang tumbuh dari ketaatan yang tenang, keberanian menyesuaikan diri, dan kesediaan melindungi keluarganya dengan penuh kesetiaan. Yesus sendiri menjadi harapan yang nyata Sang Emanuel yang hadir untuk menyelamatkan keluarga manusia. Dari perjalanan mereka, saya belajar bahwa harapan bukanlah menunggu situasi menjadi mudah, tetapi memilih percaya bahwa Allah hadir dalam setiap langkah hidup, bahkan dalam ketidakpastian dan perubahan.
Sebagai seorang student, Tahun Harapan ini menjadi kesempatan bagi saya untuk melihat pergumulan studi saya sebagai bagian dari proses harapan yang Allah bentuk dalam diri saya. Ada kerinduan untuk belajar dengan baik dan memenuhi tanggung jawab yang diberikan, namun ada pula keterbatasan yang membuat saya merasa kecil atau tidak cukup mampu. Dalam momen-momen seperti itu, saya merasakan bahwa Allah sedang mendidik saya seperti Yesus dibentuk di Nazaret perlahan, dalam kesunyian, dan melalui kesetiaan sehari-hari. Saya tidak selalu melihat hasilnya dengan cepat, tetapi saya merasakan bahwa harapan tumbuh setiap kali saya berusaha lagi, bangkit lagi, atau berdoa lagi. Semangat Pater Pendiri, yang bekerja tanpa mengeluh bagaikan raksasa, juga menjadi cahaya harapan bagi saya. Ia mengajar saya bahwa kesiapsediaan apostolis adalah jalan harapan yang sejati.
Saya juga percaya bahwa harapan saya tidak dibangun sendirian. Ada doa-doa para suster yang setiap hari dipanjatkan bagi semua pelaksana karya misi Allah, termasuk saya. Doa-doa itu adalah ruang Nazaret bagi saya, tempat Allah hadir dalam kesunyian, menopang langkah saya, dan memberi kekuatan ketika saya lemah. Melalui komunitas, saya merasa bahwa Allah benar-benar hadir untuk menyelamatkan “keluarga” saya sebagai seorang religius.
Pada akhirnya, Tahun Harapan membantu saya melihat bahwa perjalanan saya bersama Keluarga Kudus adalah perjalanan menuju kepenuhan harapan. Nazaret mengingatkan saya bahwa karya besar Allah sering kali dimulai dari tempat yang sederhana dan tersembunyi, namun selalu membawa terang bagi dunia. Natal dan Pesta Keluarga Kudus tahun ini meneguhkan saya bahwa Allah sungguh hadir untuk menyelamatkan keluarga-keluarga Nazaret, keluarga manusia, keluarga religius, dan keluarga batin saya sendiri. Semoga Yesus, Maria, dan Yoseph terus membimbing langkah saya, sehingga hidup saya sungguh menjadi tanda kecil bahwa harapan itu tetap hidup dan Allah benar-benar hadir di tengah kita.
Oleh:
Sr. Margaretha Wasti, SJMJ
Perjalanan bersama Keluarga Kudus adalah perjalanan menuju kepenuhan harapan.
Yogyakarta, 28 Desember 2025

1 Comment
Anonymous
Terima kasih Sr.Margaretha Kuntum Mutiaranya penuh inspirasi.👍