Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sahabat Itu Seorang Guru… Seorang Guru Itulah Sahabat

Refleksi kecil dari perjalanan seorang sahabat SJMJ

Dalam ruang refleksi, saya masuk sejenak. Merasakan keheningan…. Mencoba merasakan kehadiran DIA yang selalu ADA untuk saya. Sementara jari jemari ini menari-nari di papan tuts laptop, pikiran, hati dan perhatian saya masuk ke dalam relung terdalam sebuah bilik hati. Bertanya dalam hati…. Apa yang telah saya alami sebagai seorang sahabat Asosiasi SJMJ? Apa arti seorang sahabat bagi diri ini? Sejak awal didirikannya Asosiasi ini di tahun 2009 hingga hari ini. Kurang lebih sudah 17 Tahun yang berarti sudah beranjak dewasa dalam hitungan umur manusia.

Pertanyaan kecil mengusik relung hati ini…. Selama ini sebagai seorang sahabat, apa yang menyebabkan tetap setia? Bertambahnya income…? Meningkatnya karir….? Menambah kesibukan….? Menambah prestasi dan prestise diri…? Menambah daftar Riwayat hidup…?

Jika pertanyaan tersebut bergelayut di relung hati ini….. Senyum simpul tampak dari wajah ini…. Tuhan, Engkau tahu bahwa semua itu jauh dari diri ini. Hanya satu hal yang selalu membuat hati ini berkobar-kobar dan setia karena Engkau lebih dahulu setia dan memberkati di setiap langkahku dalam keluarga dan perziarahan ini.

Tantangan tentu tak pernah luput dari diri… menggelayut terus mengikuti diri bagaikan bayang-bayang yang selalu mengikuti ke mana arah langkah kaki ini bergerak. Berpijak pada untaian doa sederhana, diri ini mampu menggendongnya sebagai sebuah rahmat untuk semakin menempa motiasi diri ini…. “Tuhan, ubahlah diriku menjadi diriMu sendiri. Agar aku boleh hidup di dalam Dikau dan untuk Dikau saja. Semoga melaksanakan kehendakMu yang suci ini menjadi satu-satunya kebahagiaanku di dunia ini….” Sepenggal doa menjadi kekuatan motivasi diri yang lemah ini.

Menjadi sahabat memiliki kekuatan untuk menggerakkan diri yang lemah ini. Spirit inilah yang selalu menjadi motor melayani dalam pekerjaan dan karya-karya lain. Spirit sebagai seorang sahabat semakin memberikan warna indah di setiap tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadaku. Kelemahan seakan mendapatkan kekuatannya dalam spirit ini. Hingga di suatu kesempatan refleksi, akhirnya saya dapat mengatakan bahwa tugas dan tanggung jawabku sebagai seorang guru menjadi semakin diperkaya ketika spirit sebagai seorang sahabat menyelimutinya. Bagiku, seorang guru bukan sekedar sebuah profesi lagi…. Melainkan panggilan hidup yang setiap hari semakin diperkaya melalui kegiatan-kegiatan sebagai seorang sahabat. Seorang sahabat harus mampu juga menjadi seorang guru bagi sesama terutama mereka yang membutuhkannya. Seorang guru juga harus mampu menjadi seorang sahabat bagi orang lain, terutama di mana tidak ada yang mau menjadi sahabat bagi sesama yang membutuhkan.

Terima kasih, karena melalui spirit sebagai seorang sahabat SJMJ, diri yang lemah ini mampu berbuat, walau sekecil biji sesawi…. Tentu dengan berharap mampu mengubah diri ini yang rapuh. Kekuatan ini selalu hadir untuk memampukan saya melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan sebagai seorang guru yang memiliki tanggung jawab bagi generasi bangsa. Mendidik dengah hati…. Untuk kemuliaan Nama Tuhan (Ad Maiorem Dei Gloriam).

Goresan di akhir peziarahan bulan Rosario 2026

Oleh:

Yoyok Dwi Prasetya

Tantangan tentu tak pernah luput dari diri… menggelayut terus mengikuti diri bagaikan bayang-bayang yang selalu mengikuti ke mana arah langkah kaki ini bergerak. Berpijak pada untaian doa sederhana, diri ini mampu menggendongnya sebagai sebuah rahmat untuk semakin menempa motiasi diri ini…. “Tuhan, ubahlah diriku menjadi diriMu sendiri.”

Manado, 6 November 2026 

Leave a comment

Terima kasih telah mengunjungi !

ALAMAT

Jl. Trimargo Wetan No.1
Kelurahan Cokrodiningratan
Kecamatan Jetis,
Yogyakarta 55233
INDONESIA

KONTAK


scsjmj@gmail.com

+62-813-9310-0843

Kongregasi SJMJ © 2018. Semua Hak Dilindungi Undang-undang.

error: Content is protected !!