Hidup religius bukan sekadar perjalanan tetapi ziarah iman, sebuah peziarahan yang menuntut kesetiaan, kerendahan hati, dan keterbukaan untuk selalu diperbarui oleh Roh Kudus. Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, Kongregasi Suster-Suster Jesus Maria Joseph (SJMJ) dipanggil untuk menapaki jalan panggilan ini dengan teguh dan penuh semangat. Dalam perjalanan suci ini, SJMJ memiliki dua kekuatan utama yang saling melengkapi yaitu: Konstitusi dan Kharisma. Bagaikan akar dan batang, keduanya menjadi penopang dan pengarah yang menjaga identitas, sekaligus menghidupkan dinamika misi. Konstitusi menjadi dasar yang kokoh, sedangkan kharisma adalah daya rohani yang menumbuhkan dan menggerakkan.
Berakar dalam Konstitusi berarti kita Teguh dalam Panggilan. Konstitusi bukan sekadar kumpulan aturan, tetapi merupakan warisan iman yang lahir dari visi kudus Pater Mathias Wolff, SJ dan disahkan oleh Gereja. Ia adalah akar yang kuat dan menopang kehidupan para suster agar tidak goyah diterpa angin perubahan. Dengan berpegang pada konstitusi, para suster SJMJ setia pada semangat awal pendiri: menghadirkan kasih Allah melalui teladan Jesus, Maria, dan Joseph yang sederhana, rendah hati, dan penuh pengorbanan. Dalam setiap lembar konstitusi, terpeta arah hidup yang jelas, kesetiaan pada Allah dan pelayanan kepada sesama. Konstitusi menjadi pelita bagi langkah dan menjaga agar kehidupan bakti tetap setia pada panggilan ilahi.
Bertumbuh dalam Kharisma berarti hidup yang Mengalir dan Memberi Daya. Akar yang kuat perlu disertai pertumbuhan. Sebab hidup rohani seperti pohon, dipanggil untuk bertumbuh, memberi naungan, dan berbuah. Di sinilah kharisma SJMJ hadir sebagai api yang menghidupkan. “Kesiapsediaan apostolis yang selalu menyesuaikan diri” bukan hanya semboyang melainkan semangat hidup. Kharisma merupakan karunia Roh Kudus yang menyalakan cinta dan belas kasih, semangat kerjasama, dan persaudaraan sejati.
Dalam semangat I to We: Compassion, Collaboration, and Sisterhood, para suster diundang untuk melampaui diri dan merangkul dunia. Para Suster bukan hanya menjalankan misi, tetapi menghidupinya dengan penuh cinta dan keberanian di tengah realitas dunia yang terus berubah.
Konstitusi dan kharisma bukan dua hal yang terpisah, tetapi dua pilar dari satu kesatuan hidup religius yang saling menguatkan. Berakar dalam konstitusi memampukan kami untuk menjaga agar arah tetap benar; bertumbuh dalam kharisma menjadikan perjalanan itu penuh makna dan semangat. Keduanya berpuncak pada sumber yang satu: Yesus Kristus, Sang Firman Hidup yang mewahyukan kasih Bapa dalam Kitab Suci. Dengan meneladan Yesus, para suster tidak hanya menghafal konstitusi atau mewartakan kharisma, tetapi menghidupinya dalam keseharian dalam doa, pelayanan, dan relasi yang tulus.
Kesetiaan yang Kreatif, Pelayanan yang Menginspirasi.
Menjadi Suster JMJ adalah panggilan untuk tidak hanya menjaga warisan, tetapi menghidupkan kasih Kristus di dunia. Dunia hari ini tidak hanya butuh pengajar, tetapi saksi pribadi-pribadi yang hidupnya menjadi buah dari akar iman dan pohon kasih yang bertumbuh. Dari hidup yang berakar dan bertumbuh, lahirlah buah-buah indah: kasih, pengharapan, sukacita, dan pelayanan yang menyentuh hati mereka yang paling membutuhkan.
Undangan Hidup: Berjalan Bersama dalam Semangat I to We.
“Berakar dalam Konstitusi, Bertumbuh dalam Kharisma” bukan sekadar slogan, tetapi komitmen hidup. Sebuah undangan bagi setiap Suster JMJ untuk terus berjalan bersama: setia pada akar panggilan, dan bertumbuh dalam semangat kasih yang hidup yaitu: Compassion, Collaboration, and Sisterhood. Dengan kekuatan ini, para Suster JMJ akan terus menjadi cahaya di tengah dunia, saksi kasih yang tak pernah padam, dan harapan yang tumbuh di setiap zaman.
Oleh:

Sr. Jasinta Wowor, SJMJ
Compassion, Collaboration, and Sisterhood.
Manado – 30 Agustus 2025